BIJAK BERMEDIA SOSIAL UNTUK MENJAGA MODERASI BERAGAMA

Sendangagung, Ahad (01/02/2026) — Kegiatan kokurikuler MA Ma’arif Almuhtadi kembali dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusiasme peserta didik. Pada kesempatan ini, materi disampaikan oleh Bapak Abd. Kholiq, M.Pd, yang mengangkat tema “Menggunakan media sosial bukan sekadar berbagi momen, tetapi tentang menabung amal atau sebaliknya, menabung dosa.”

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa media sosial saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Oleh karena itu, penggunaannya harus disertai tanggung jawab moral dan nilai-nilai keislaman. Setiap unggahan, komentar, maupun konten yang dibagikan akan tercatat sebagai amal kebaikan atau justru menjadi dosa jika berisi ujaran kebencian, hoaks, maupun provokasi.

“Jari kita bisa menjadi saksi di akhirat. Apa yang kita ketik dan bagikan bukan hal sepele. Media sosial harus menjadi ladang dakwah, inspirasi, dan kebaikan,” tutur beliau di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, beliau mengaitkan literasi digital dengan moderasi beragama, yakni bersikap santun, toleran, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah umat. Peserta didik diajak untuk menyaring informasi, menjaga etika komunikasi, dan menyebarkan pesan damai sebagai wujud akhlakul karimah di ruang digital.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan studi kasus, sehingga siswa mampu memahami contoh nyata penggunaan media sosial yang bijak. Diharapkan melalui kegiatan kokurikuler ini, peserta didik MA Ma’arif Almuhtadi semakin cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial demi terwujudnya lingkungan madrasah yang harmonis dan moderat.